Daftar | Log in
SEARCH

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya

-- [ QS. Al-Israa':36 ]
     Cyber M3M
   
  BUKU TAMU
Berikan komentar dan testimoni dari anda mengenai website ini.
   
  MAN 3 MEMBER
Fasilitas member Cyber M#3, berbagai fasilitas menjadi member
   
  PROFIL MAN 3 MALANG
Profil Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang yang Islami, Unggul, dan Populis
   
  HOT NEWS
Informasi terbaru yang dari berbagai penjuru dunia yang diliput oleh sumber terpercaya
   
  PROFIL SPESIAL
Kumpulan profil-profil sumber daya manusia MAN 3 yang dapat kita petik pengalamannya
   
  PRESTASI
Daftar Keberhasilan duta-duta MAN 3 dalam berbagai even kompetisi mulai tingkat daerah hingga nasional
   
  ARTIKEL
Kumpulan artikel-artikel terpopuler yang ditulis oleh para member dan Civitas MAN 3 Malang
   
  TAHUKAH ANDA
Berisi beragam pengetahuan menarik yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya
   
  DOWNLOAD
Download gratis software-software atau file yang menarik dan berdaya guna tinggi
   
  AGENDA MAN 3 Malang
Agenda kegiatan MAN 3 Malang sebagai informasi kepada masyarakat dan Civitas Akademik
   
  CERPEN
Kumpulan Koleksi Cerita Pendek yang disajikan khusus bagi penggemar cerita
   
  SERIAL PILIHAN
Kumpulan Serial berupa hikayat, tokoh, pengalaman, dan lain sebagainya
   
  HUMOR
Merasa sedih, lesu dan tak bersemangat. Kolom yang tepat untuk anda...
   
  TUTORIAL
Koleksi tutorial-tutorial yang menarik dan menambah wawasan anda
   
  PUISI & SASTRA
Bahasa indah yang khas dan mengalir dalam jiwa, memberikan ketenangan hati dalam lantunan kata
   
  WEBLINKS
Daftar link website-website penting yang tak akan bisa anda lewatkan
   
  FAQ
Jangan khawatir Cyber M#3, memiliki masalah dengan website MAN 3 Malang silakan cari solusinya di sini
   
Other News / Umum Kenapa orang Jepang tidak banyak menjadi anggota FaceBook??
oleh: admin
[ Sabtu,06 Februari 2010 - 08:06 AM]



Beberapa kali saya pernah mengirimkan invitation ke teman mahasiswa Jepang untuk ikut bergabung di FaceBook (FB). Tapi undangan saya tersebut sangat jarang ditanggapi oleh teman saya. Ada satu dua orang yang menjadi anggota, tapi itupun tidak aktif. Hanya sekedar membuka account saja. Yang lumayan aktif biasanya hanya mahasiswa Jepang yang mempunyai banyak teman mahasiswa asing.

Tahun 2008 Mark Zuckerberg membuat aplikasi bahasa Jepang untuk menarik lebih banyak peminat FB dari negeri sakura. Ternyata harapan itu tidak terpenuhi. Memang sebagian besar warga Jepang sangat tidak terbiasa dengan aplikasi berbahasa Inggris. Tetapi ketika YouTube membuat aplikasi berbahasa Jepang, berbondong-bondong orang Jepang mengupload video ke sana. YouTube relativ lebih disenangi dibandingkan dengan FB. Ternyata bahasa bukan kendali utama bagi menjamurnya FB di Jepang.

Untuk menjadi anggota FB, kita diharuskan mengisi data-data pribadi yang nantinya dicantumkan kepada orang yang menjadi teman kita. Sementara YouTube cuma mensyaratkan nama (itupun tidak perlu nama asli) dan alamat email . Di sinilah masalahnya. Sebagian besar orang Jepang tidak mau memperlihatkan data dan kehidupan pribadinya kepada banyak orang. Sebagai contoh, dengan memperlihatkan tanggal, bulan dan kelahiran kita, dipercaya dapat digunakan untuk mengetahui karakter kita yang sangat berbahaya apabila digunakan untuk kepentingan tidak baik.

Selain itu, orang Jepang juga tidak terlalu suka menonjolkan jati dirinya di hadapan orang banyak. Mereka terbiasa hidup berkelompok dan bekerja juga dalam kelompok. Kita mungkin kenal dengan produk walkman, tapi kita tidak tahu siapa penemunya, kecuali dari Sony Corpporation. Juga tamagochi yang terkenal itu, oleh perusahannya, sang penemu mendapat perlakuan sama dengan pegawai lainnya dan dianggap sebagai bagian dari kerja kelompok.

Dalam berinternetpun, orang Jepang lebih suka memakai identitas lain atau bukan nama sebenarnya. Tahun 2005 ada satu kisah nyata tentang warga Jepang yang bercurhat dalam suatu forum Internet. Pemuda Jepang tersebut adalah orang yang suka dengan komik (manga), game, animasi dan bergaya agak aneh. Di Jepang orang seperti ini disebut “otaku”. Dalam suatu perjalanan di kereta api, dia berhasil menolong seorang wanita cantik berpendidikan tinggi dari gangguan orang mabuk. Keinginannya untuk mendekati dan mencintai wanita tersebut dicurahkan dalam sebuah forum Internet. Dalam setiap langkah untuk mendekati sang wanita, dia menceritakannya di forum tersebut. Banyak sekali tanggapan, saran dan dukungan kepada pemuda tersebut. Kisah ini akhirnya menjadi populer dan dijadikan sebuah film, sinetron dan komik dengan judul “Densha Otoko” (Train Man). Sampai sekarang, identitas asli Train Main ini tidak diketahui.

Selain itu, ada juga rasa mawas diri dari orang Jepang untuk tidak membagi identitas, foto dan kehidupan pribadinya. Terutama para wanitanya. Mereka tidak mau diganggu oleh orang-orang iseng yang mengetahui identitas mereka melalui FB. Pernah juga ada kasus ketika seorang mahasiswi yang punya blog didatangi oleh pemuda Amerika yang ingin berkenalan dengannya. Sang mahasiswi menolak dan sempat terjadi kehebohan di kampus. Sejak saat itu ada himbauan di kampus untuk tidak membuka kehidupan pribadi melalui blog. Demikian cerita salah satu professor saya.

Jadi budaya masih banyak mempengaruhi orang Jepang untuk tidak sembarangan berinternet. Sementara di Indonesia banyak yang dengan secara sengaja membagi-bagikan nomor HP, alamat, nomor PIN BlackBerry dan identitas lainnya di FB mereka. Tanpa disadari, kalau ada orang yang berniat tidak baik, data-data ini bisa dengan sangat mudah dimanfaatkan untuk kejahatan.

  HOT News


     Hot Topik
     Science
     IT

  New Artikel


     Sosial budaya dan Islam
     Kesehatan
     Hidayah